Click here if you like the post! ^^

Tuesday, January 27, 2009

How Do I Love Thee?

How do I love thee?
Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of being and ideal grace.
I love thee to the level of every day's
Most quiet need, by sun and candlelight.
I love thee freely, as men strive for right;
I love thee purely, as they turn from praise.
I love with a passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints, I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life! and, if God choose,
I shall but love thee better after death.

By: Elizabeth Barrett Browning
Source: PinkPoem.com

Friend's Greeting

I'd like to be the sort of friend that you have been to me;
I'd like to be the help that you've been always glad to be;
I'd like to mean as much to you each minute of the day
As you have meant, old friend of mine, to me along the way.

I'd like to do the big things and the splendid things for you,
To brush the gray from out your skies and
leave them only blue;
I'd like to say the kindly things that I so oft have heard,
And feel that I could rouse your soul the way
that mine you've stirred.

I'd like to give you back the joy that you have given me,
Yet that were wishing you a need I hope will never be;
I'd like to make you feel as rich as I, who travel on
Undaunted in the darkest hours with you to lean upon.

I'm wishing at this Christmas time that I could but repay
A portion of the gladness that you've strewn along my way;
And could I have one wish this year, this only would it be:
I'd like to be the sort of friend that you have been to me.

By: Edgar A. Guest
Source: PinkPoem.com

Friendship

Friendship needs no studied phrases,
Polished face, or winning wiles;
Friendship deals no lavish praises,
Friendship dons no surface smiles.

Friendship follows nature's diction,
Shuns the blandishments of art,
Boldly severs truth from fiction,
Speakes the language of the heart.

Friendship favors no condition,
Scorns a narrow-minded creed,
Lovingly fulfills its mission,
Be it word or be it deed.

Friendship cheers the faint and weary,
Makes the timid spirit brave,
Warns the erring, lights the dreary,
Smooths the passage to the grave.

Friendship-pure, unselfish friendship,
All through life's allotted span,
Nurtures, strengthens, widens, lengthens,
Man's relationship with man.

Source: PinkPoem.com

Monday, January 26, 2009

The Lake Isle of Innisfree

I will rise and go now, and go to Innisfree
And a small cabin build there, of clay and wattles made
Nine bean-rows will have there, a hive for the honey bee
And live alone in the bee-loud glade

And I shall have some peace there, for peace comes dropping slow
Dropping from the veils of the morning to where the cricket sings
There midnight’s all a glimmer, and noon a purple glow
And evening full of the linnet’s wings

I will arise and go now, for always night and day
I hear lake water lapping with low sounds by the shore
While I stand on the roadway, or on the pavements grey
I hear it in the deep heart’s core

By William Butler Yeats
Literature in English for Lower Secondary Schools, 2000
Kementerian Pendidikan Malaysia dan Dewan Bahasa dan Pustaka

Sunday, January 25, 2009

The Dead Crow

He saw a dead crow in a drain
Near the post office
He saw an old man gasping for air
And a baby barely able to breathe
In a crowded morning clinic
This land is so rich
Why should we suffer like this?

I want clean air
For my grandchildren
I want the damned fools
To leave the forest alone
I want the trees to grow
The rivers run free
And the earth covered with grass
Let the politician plan how we may live
with dignity now and always

By: A. Samad Said
Literature in English for Lower Secondary Schools, 2000
Kementerian Pendidikan Malaysia dan Dewan Bahasa dan Pustaka

Saturday, January 24, 2009

Life Brief Candle

To-morrow, and to-morrow, and to-morrow,
Creeps in this petty pace from day to day
To the last syllable of recorded time,
And all our yesterdays have lighted fools
The way to dusty death. Out, out, brief candle!
Life’s but a walking shadow, a poor player
That struts and frets his hour upon stage,
And then is heard no more, it is a tale
Told by an idiot, full of sound and fury,
Signifying nothing.

By: William Shakespeare
Literature in English for Lower Secondary Schools, 2000
Kementerian Pendidikan Malaysia dan Dewan Bahasa dan Pustaka

Friday, January 23, 2009

Syair Kesedaran

Wahai pemuda serta pemudi
jangan leka berhias diri
Kepada Allah jangan berhenti
Dosa maksiat jangan kita campuri
Ingat kita kepada Tuhan
Amal ibadat kumpul-kumpulkan
Bila tiba insafnya diri
tinggal semua yang kita cintai
tua, muda, miskin dan kaya
dalam kubur tempatnya dia
bila tiba ajalnya mati
air mata mengalir ke pipi
bila tiba ke liang lahad
sedekah, puasa, sembahyang dan zakat
harapan bangsa tiang negeri
amal ibadat segera dicari
menjunjung titah berbuat bakti
terbakar kulit dijilat api
jangan leka minum dan makan
dosa maksiat jauh-jauhkan
kain putih pembalut badan
berbakti hidup sepanjand zaman
habis sudah meninggal dunia
sakit dan senang kembali amalnya
tinggal anak, saudara, saudari
tidak boleh minta kembali
baru nak ingat buat ibadat
tapi semuanya sudah terlambat

Oleh: Haji Shahar Sulaiman
Sumber: Utusan Malaysia,12 Januari 2009

Thursday, January 22, 2009

Mujahidah dari Bumi Jihad

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya..asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…

Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…

Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…

Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…

Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…

Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…

Oleh: marwan hadid http://www.arrahmah.com/forum/viewthread/7/

Hantarkan Aku Kesana

Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…

Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…

Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM

Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN

Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…

Oleh:Marwan Hadid http://www.arrahmah.com/forum/viewthread/5/

Dalam Kembara Sekebun Bunga

Dalam resah rawan dan rusuh
Sering kali terbelenggu jenuh
Rungkaila nurani ke dalam kebun bunga ini
Bagaikan sudah terlalu lama dilupa
Wajah-wajah di sini masih segar menggugah jiwa

Wahai Tuhan Yang Maha Kaya
Dalam limpah Rahim-Mu
Yang tak pernah jemu
Ampunkan kealpaanku
Kerana hamper larut dalam kalut
Sehingga seakan terlupa
Bahawa Engkaulah Yang Maha Kaya
Mengurniakan warna seindah mutiara di perkebunan ini

Di sini bunga-bunga tetap merakam semarak warna
Tanpa jemu berhenti melorek seri
Seperti alpanya aku kepada-Mu
Akulah kerdil itu
Sering lalai dibuai nikmat
Ingat dan takutkan-Mu berpasang surut
Tidak mengambil iktibar di sudut diri

Betapa rona bunga ini tidak pudar
Biarpun berkali-kali musim berganti
Kau tukarkan peralihan musim semi ini
Dalam kudrat dan iradat hanya Engkau Yang Maha Tahu!
Rona-rona bunga tetap memancar semarak
Beradu dalam merah, jingga, putih, kuning, dan hijau
Inilah warna kehidupan perkebunan bungaku

Semoga aku juga terus merenungnya
Tatkala jiwa dihimpit pilu
Inilah nikmat warna pencetus ilham
Tetap teguh dalam lindungan-Mu
Meskipun gejolak iman yang turun dan naik
Kerana akulah makhluk kepunyaan-Mu!

Oleh: Aliyah Sijari
Sumber: Majalah Anis, April 2008

Pesta Makanan

Hari ini
Di mana-mana kita pergi
Ada pesta makanan
Beraneka rupa berlainan rasa
Sekaligus membuka selera
Untuk hidangan berbuka

Kuih muih dengan pelbagai nama
Lauk dengan pelbagai aroma
Air minuman pelbagai warna
Semuanya memikat rasa
Lalu kita boros berbelanja
Dan syaitan pun ketawa suka
Kerana berjaya digodanya
anak Adam yang alpa

Bulan Ramadhan
Ada bermacam pesta jualan
Makanan dan pakaian
Tapi jangan kita lupa
Bulan ini diberi pahala berganda
Setiap ibadat yang dikerjakan
Tak kira siang atau malam

PENA MUTIARA
Kuala Lumpur
Sumber: Majalah Wanita, November 2005

Wednesday, January 21, 2009

Puisi Dalam Hujan

Dalam hujan lebat petang itu
Maka
Aku menjadi seorang pemuda
Yang dibiarkan basah

Sebab
Dalam pada begitu ramai
Gadis yang lalu
Namun
Tak seorang pun antaranya
Yang sudi menjemput
Supaya aku singgah
Berteduh
Dan menumpang di bawah payungnya

Oh, alangkah sedihnya aku
Menjadi lelaki!

Zahari Hasib
Karyawan Perak
Sumber: Majalah Keluarga, April 2004

Aku Adalah...

Dalam suatu ketika
Aku terpandang sebuah kamar
Tingkapnya banyak
Pintunya satu
Dindingnya indah
Disaluti seribu satu potret

Anehnya
Potret-potret itu
Umpama lembaran dalam novel lagenda
Jalinan cerita
Sebuah kisah benar
Perjalanan hidupku

Satu soalan lantas terdetik
Siapa aku?
Kalau aku bukan seorang pejuang?
Siapa aku?
Kalau aku bukan srikandi terbilang?
Siapa aku?
Kalau aku bukan petani yang berhempas-pulas
Mengheret cangkul dan bajak di sawah
Dan lading?
Siapa aku?
Kalau aku bukan pemimpin di karangan
Undang-undang?

Tidak kira siapa aku
Tidak kira tinggi mana darjatku
Tidak kira dari mana asal-usulku
Atau apa yang aku pegang di tanganku

Satu jawapannya
Aku adalah aku

Oleh: Noorasilah Zainuddin, Sarawak
Sumber: Majalah Keluarga, April 2004

Monday, January 19, 2009

Anugerah Ilahi

Bayu timur laut menuju ke barat daya
dengan tujuan yang tidah diketahui manusia
namun tetap melaksanakan tugasnya
untuk mengimbangi alam semesta

Lautan biru terbentang luas
dipenuhi haiwan jinak dan buas
berenang di sana sini dengan bebas
tanpa penghalang atau batas

Tumbuh-tumbuhan hujau menutupi bumi
dengan berbagai-bagai jenis penghuni
dari yang besar hinggalah yang sekecilnya
inilah kurniaan Illahi untuk insan di bumi

Begitu besar nikmat Allah kepada kita
pemberian sangat bermakna
untuk semua golongan manusia
Allah Yang Maha Mulia dan Maha Kuasa

Oleh: Muhd Azfar Afif bin Ithnin
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Ibu

Ibu
Dari kecil hingga aku dewasa
Kau berperang dengan dugaan
Kau menerima segala ujian
Kau menepis segala hinaan
Demi membesarkan aku ini

Ibu
aku kagum dengan ketabahanmu
aku kagum dengan semangatmu
aku kagum dengan pendirianmu
tidak kenal erti keperitan dalam membesarkan aku ini

Ibu
hapuskan air matamu
hapuskan segala kesedihanmu
hapuskan segala duka lara dalam hidupmu
kerna anakmu ini
akan membela nasibmu
akan berjuang mempertahankanmu
akan mengembalikan cahaya kehidupan yang sempurna
kepadamu
setelah titisnya air mata mu
setelah keluarnya keringat kasih
hanya untuk membesarkan aku ini

Ibu
senyumlah dikau
senyumlah kembali
itu janjiku kepadamu
akan ku pegang hingga ke akhir hayat

Ibu ...

Hasil Nukilan : Ben
Sumber: http://members.tripod.com/b3ntD/puisi.html

Sunday, January 18, 2009

Mengertilah Teman

Teman,
Tidakkah kau mendengar
Keruh hati seorang insane
Yang hidup serba kekurangan

Teman
Tidakkah kau melihat
Keadaan ku yang berbeza
Tidak mengenal apa itu rupa dan warna
Tetapi aku mampu merasai kecantikan
yang wujud dalam diri
hadir dalam rasa pengertian
Wujud dalam rupa kasih sayang

Seharusnya engkau sedar teman
Bukan kupinta jadi begini
Tapi takdir Tuhan yang mengatasi
Hanya kupohon pengertianmu
Fahamilah keadaanku

Bukan belas simpati kuharapkan
Tetapi kejujuran dan keikhlasan
Agar aku mampu berdikari
Akan aku buktikan pada semua
Aku juga mampu berjaya
Apabila saat itu tiba
Kau pastinya berbangga
Punyai teman sepertiku

Oleh: Mohd Firdaus Zabir (Kanak-kanak istimewa)
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Teman Seperjuangan

Wahai teman
kita bersama dalam suatu perjuangan
perjuangan kita belum selesai
dalam mencari kejayaan
demi kejayaan masa hadapan

Wahai teman
perjuangan kita kerana Tuhan
bukan untuk dipertonton
tetapi untuk kejayaan dunia dan akhirat
demi mencari keredhaan Tuhan pemberi rahmat

Wahai teman
apabila kita tiba di garisan penamat
tidak bermakna perjuangan telah tamat
teruskan hingga ke akhir hayat
insyallah diberkati dunia akhirat

Oleh: Eltiqaz

Kisah Kejayaan

Kejayaan sebenarnya bermula dari doa
Ia terbetik di jiwa yang mekar
Kemudian ranum dalam pautan ingin yang kental

Kejayaan ini bertitik dari puput angina harap
Ia menggaris di peta indah bernama hasrat
Lalu terukirlah gerak dan alun berwarna keyakinan
Memacu di terowong harap bernama pendakian

Pendakian ini meminta tumpu yang penuh
Kita kumpulkan setiap kekuatan
kita wajakan seluruh tenaga terdaya
Kita lontar jauh layu dan longlai semangat

Pendakian ini menuntut perancangan yang lengkap
Tidak mungkin dengan hanya mimpi dan kata
Jauh lagi kalau sekadar mengumpul jalur warna
Benar, berseri pelangi, tetapi dijangkau tak tercapai

Jika begitu, merangka laluan lebih bijaksana
Kita tahu manakah jalan bertaburan duri
Kita tahu manakah lorong kerikilnya menikam kaki
Kita pun tahu manakah taman bertebaran wangi

Bayangkan wangi dari sebuah taman yang permai
Taman itulah yang dinamakan kejayaan
Tetapi kejayaan semata belum tentu cukup bermakna
Bukankah perjuangan kita adalah untuk sebuah kecemerlangan

Aku ingin berdiri di tebing tinggi itu bernama kecemerlangan
Di mana aku dapat melihat keringat dan peluhku memberi erti
Di mana aku dapat merasakan jejak dan tumitku memancar seri
Di mana aku dapat menggenggam siang dan malam cekal meniti

Kecemerlangan semata namun belum cukup memahatkan bangga
Masih perlu kita menggandakan usaha memecah punca yang ada
Kita ungkai rahsia kecemerlangan di puncak tertinggi perjuangan
Sehingga tercecah setiap sentuhan dalam cengkam dan gapaian

Inilah erti sebenar dalam susun dan atur derap seorang remaja
Yang telah memancangkan janji dan ikrarnya di garis mula
Kesedaranlah yang membawa kita setapak ke setapak di ujana hidup ini
Dan, di hari ini segala yang terpateri di hati kami realisasikan di menara bukti

Oleh: Lim Swee Tin, Universiti Putra Malaysia.
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Friendship

The best friends
are fellow travelers
on the road of life.

The best friends
change and grow
with each other
learn through one another's
experiences and lessons...

The best friends
share the most insignificant
and the most shining parts
of themselves
with the same degree
of joy and openness.

The best friends
are friends for a lifetime

Saturday, January 17, 2009

Jeritan Hati

Setelah sekian lama
di sana dilanda ombak luka
Palestin negaramu diragut dirobek dicarik
sehingga kelihatan parutnya
Palestin meluap darahmu di dalam jasad
melontar peluru tidak bermata

Palestin
kau lemas di jeladeri kesengsaraan
kau sesat dalam rimba perjalananmu
kau cuba pertahan akar bangsamu
agar terus menghijau persada
agar terus membela bangsa

Di persada kau bertunjang cekal
hadir pendusta durjana
mencantas wibawa dahan hadarahmu
memecah kedamaian persadamu
kau bersatu di langit harapan
demi menjulang ketamadunan

Palestin
khalifahmu tidak kenal putus asa
menunggu hadirnya permata
menanti datangnya suria
selagi menjulang semangatnya

Oleh: Nurul Sakinah
Sumber: Majalah Dewan Siswa, April 2007

Gemilang - Ella

Terjagaku dari tidur yang lena
Melangkah malas menuju jendela
Kabus menyelubungi subuh
Mengimbas segala kenangan yang lalu

Lautan luas telah ku renangi
Segala onak ranjau yang berduri
Tak kenal dan tak ku peduli
Ku terus mencuba
Kecapi hingga kini

Bersama-sama tempuhi segala
Walau jalanan masih jauh
Hanya kau dan aku yang tahu
Saat gemilang yang aku nantikan
Hampir menjelma di depan mataku
Ku percaya saatkan tiba
Hanya menunggu tika dan masa

Bersama-sama
Tempuhi segala
Saat gemilang akan tiba
Kan kita kecapi bersama
Sungguh aku berjanji
Dengan diriku sendiri
Untukku menggenggami
Ikhlas, sabar, benar

Cincin

sepasang cincin ikat jemari rekatkan cinta;
antara dua jiwa berlainan
telah tergores ukiran “sayang” terpahat sama lain;
di balik cincin cinta

dua mata atas dan bawah adalah mata hati
yang menyatu dalam kekauatan cincin
bukan mata permata atau berlian
namun bias mata jiwa yang kadang pilu lalu menangis sendu

cincin ini adalah permata cinta, bukan harta benda
bukan emas putih atau kilau kekuningan 24 karat
cincin ini mungkin tak bernilai harga “uang”
tak laku jual, tak laku lelang
bukan berarti harus dibuang, harus kehilangan dua mata keindahan cincin
namun untuk dijaga, untuk dimakani arti

cincin ini ….
adalah cincin hadiah “ulang tahunmu” ketika cinta begitu indah untuk aku rasa

cincin ini…
adalah cincin penyatu jiwa kita….

cincin ini…
ada untuk kita jaga …
untuk cinta kita…

Sumber: Diningrat

Diri dan Duri

Dalam hujan rintik-rintik
Menyimpan bicara di dada malam
Memukau hujan berkaca
di pantulan madah bersulam bicara

Bicara budi santun bahasa
Memikat dan mempesona
Janji disimpul terlerai ikatan
Mengapa disalah ertikan sebuah harapan

Lentik tarian mengikut irama
Kusulam rindu berirama syahdu
ingin melihat engkau ceria selalu

Hati ini memanggil namamu
akan mahal sebuah keihklasan
hidup ini mudah terlupakan
dari terjebak duri yang menikam diri

Oleh: Nurul Husna bt Md Mukhtar
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Friday, January 16, 2009

Penghuni Alam

Wahai penghuni alam
Tidakkan kau malu
Akan sikapmu
yang menghancukan bumi
dari flora fauna

Tidakkah engkau tahu
hancurnya bumi
maka hancurlah kita
seperti lilin yang cair dibakar api

Bumi ini milik kita
seharusnya kita jaga bumi ini
daripada segala kehancuran
yang bakal meranapkan bumi ini
dan penghuni alam

Oleh: Siti Nor Fazirah bt Misran
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Di Kebun Ilmu Guru

Berburu ke belantara ilmu
Bestari akal murni hati
Jiwa diperkasa
Budi dijernihi

Kebun ini lebat nikmat
Hikmah sempurna bijaksana
Cabar ikhtiar debar iktibar
Menuju kesolehan hati
Menyuci perigi diri

Dikebun ilmu guru
Tersuluh cahaya lentera maju
Alam ibarat rumah iktibar
Menggapai cakerawala cita-cita

Usah jemu menjadi perantau ilmu
Rindu rasa memperkasa budaya
Jauh jelajah jagat dunia
Menyemarak di jiwa denyut cinta
Merindu syahdu nurani minda

Di kebun ilmu guru
Kutipla semuanya
Kala kembara di rimba
Alam anugerah semurni hadiah
Hemah ibadah ilham indah
Timba segala ke gunung lembah

Oleh: Ami Masra, UKM Bangi, Selangor
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Thursday, January 15, 2009

Ilmu

Pelajarilah ilmu
Mempelajarinya kerana takut pada Allah
Menuntutnya adalah ibadah
Membincangkannya adalah bertasbih
Mencarinya adalah jihad
Mengajarkan kepada yang tidak mengetahui
adalah sedekah
Memberinya kepada ahli adalah mendekatkan diri
kepada Allah

Kerana ilmu
Petunjuk halal dan haram
Menara kepada penghuni syurga
Teman di saat kesunyian
Rakan di masa keseorangan
Senjata menghadapi musuh
Perhiasan di saat bersama teman

Dengan ilmu
Allah mengangkat tinggi darjat kedudukan kaum
Allah jadikan mereka pemimpin
Jejak langkah mereka diikuti
Tingkah mereka diikuti
Perbuatan mereka dicontohi
Pendapat mereka sebagai pemutus

Kerana ilmu jua
Hati hidup dari kejahilan
Menjadi lampu ketika gelap

Dengan ilmu
Hamba mendapat kedudukan
Serta darjat yang tinggi disisi Allah

Sumber: Malah Dewan Siswa

Tuesday, January 13, 2009

Sahabat

Melihat matahari terbenam
tidak sugul tidak suram
mencari idea dan ilham
ketika munculnya malam

Teringat ketika bersamamu
umpama isi dan kuku
lahir daripada hati yang terbuku
menusuk ke dalam kalbu

Terkenang nostalgia lama
mengungkap seribu kata
teruntai sejuta makna
kenangan kita bersama

Andai kau terpaksa pergi
janganlah aku kau lupai
peganglah kepada janji
pertemuan pasti kembali

Oleh: Muhammad Hanif Syafiq Mohd Hafidz, Perak
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Teman

Kasih sayang mu kubayangkan
dalam cermin hatiku
Rupa dan warna tidak kukenali
Keindahan alam tidak kuketahui
Mampu kukecapi
atas rasa pengertian diri

Oleh: Malar Vili
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Dari Jendela

Langit sendawa, termuntah air
bercampur debu asap pembangunan
sesekali kilat menyambar
kata orang ia memanah syaitan
tapi itu semua kerja Tuhan

Dari jendela
aku menghampar impian
dicelah rintik hujan
terkenang segala kisah lama
betapa masa terbuang sia-sia

Melihat sekeping gambar kawan
dalam kesejukan di tengah putih salji
hatiku tak terpujuk lagi

Kawan
engkau sedang menggapai awan
aku masih di jendela ini

Oleh: Muhamad Nur Adzim Amran
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Monday, January 12, 2009

Belilah Barangan Buatan Malaysia

Puisi Ciptaan Sasterawan Negara Usman Awang

sekiranya kami rakyat negara ini berjanji
membeli barang buatan Malaysia
Bagaimana pula anda,
Para pemilik para pengarah para pengurus
Syarikat-syarikat pengeluar terbesar Malaysia
membeli dengan wang yang anda terima dari kami?

Kami rakyat bersetuju bahawa sekiranya Malaysia
ingin maju dan jaya, para pekerja kita
mendapat pekerjaan dengan gaji selesa
maka kami sendiri mesti membeli
dan menggunakan barang buatan negara kami
Ertinya rakyat jelata senantiasa perlu membayar
harga yang agak tinggi untuk mendapatkan
barangan yang kadangkala bermutu tidak tinggi.
Maka lebihan yang mesti kami bayar ini
membolehkan anda melonggokkan keuntungan besar
di samping memperoleh ganjaran yang juga besar.

Kami rakyat ingin pula mengetahui
Bagaimanakah anda membelanjakan dividen
dan pendapatan dari harga mahal
yang semuanya datang dari saku kami
yang membeli pengeluaran Syarikat anda?

Kami ingin bertanya pula
Adakah anda juga membeli barang buatan Malaysia?
Mari kita mulakan dengan pakaian yang anda pakai
Di manakah pakaian itu dijahit?
Dan pakaian dalam yang menyaluti
bahagian-bahagian penting dan sulit tubuh anda itu
anda beli di mana dan buatan mana? "
bagaimana dengan pakaian isteri anda?
Baju dan pakaian dalamnya yang tentu mahal itu
dari jenama apa dan buatan mana?

Bagaimana dengan rumah. anda?
Adakah kerusi meja itu hasil tangan tukang Malaysia?
Adakah jubin dan segala perkakas bilik air
dan tandas tempat anda melepas itu diimport?
Dan putera-putera anda, adakah mereka sedang menuntut
di sekolah rendah dan menengah di luar negeri?
Bercakap tentang negara kita yang indah ini
di manakah anda menghabiskan cuti bersama keluarga?
Tentang kekayaan pula, di manakah anda melabur?
Cerahlah masa depan anda!

Orang-orang seperti anda sangat mementingkan kesihatan
Adakah anda mendapat rawatan perubatan di luar negeri?
Adakah anda dan keluarga anda dirawat
dengan biaya Syarikat?
Apakah Syarikat anda menggunakan perkhidmatan
jurubina (arkitek) Malaysia atau jurubina asing,
dan jurubina tempatan sekadar untuk mendapatkan
tandatangan mereka saja?

Dan sebagai pelanggan berapakah jumlah
yang perlu anda bayar untuk peguam asing?
Mungkinkah anda begitu baik hati dan pemurah
dengan konsultan asing, tetapi begitu berkira
dan kedekut apabila anda mesti membayar konsultan
tempatan?

Pertanyaan lain yang amat dekat dengan hati nurani
saya sebagai penulis, ialah: Pemahkah anda membeli
dan membaca buku puisi, cerita pendek dan novel
yang ditulis oleh penulis Malaysia?
Adakah lukisan yang tergantung di dinding perbadanan,
syarikat dan rumah anda itu ciptaan pelukis
Malaysia atau salinan daripada pelukis-pelukis asing?
Bahasa apakah yang anda gunakan dalam pertuturan sehari-hari?

Pernahkah anda menghadiri teater tempatan
atau mendengar majlis pembacaan puisi
yang semuanya adalah buatan Malaysia?
Saya pasti Syarikat anda akan menyokong derma amal
jika ia ditaja oleh para Menteri dan Diplomat.

Anda pun cukup berjasa untuk membawa masuk
artis asing. Anda sanggup pula membayar
meskipun harganya ratusan ringgit bagi sesebuah
kerusi untuk menonton dan mendengar lagu-lagu
dalam bahasa Itali yang dinyanyikan oleh suara-suara
Amerika, meskipun anda ridak mengerti maknanya.

Begitu hebat, tetapi berapa pula yang telah anda
sumbangkan kepada artis tempatan? Berapa pula
kepada penerbitan drama tempatan yang kita namakan buatan Malaysia?
Sudah pasti kami memang membeli barang buatan Malaysia
Tetapi anda, anda sendiri bagaimana?
Adakah anda menyokong dan membeli barang buatan Malaysia
atau anda sebenarnya sekumpulan manusia asing
yang memiliki pasport Malaysia.

1984

Rujukan: DBP (1994). Puisi-puisi Pilihan Sasterawan Negara Usman Awang. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Sumber: http://insan-luarbiasa.blogspot.com

Jangan Nanti

Masa kuat
buat amal ibadat
sakit sana sini
baru ingat Ilahi


Masa sihat
rajin kerjakan solat
jangan nanti
umur dah kata pergi
baru sedar diri

Masa muda
cari sebanyak harta
jangan nanti bila usia senja
merayau meminta-minta

Masa ada
usah main kayu tiga
jangan nanti
yang ada lari
baru gigit jari

Masa mewah
ingat waktu susah
jangan nanti
harta yang ada
habis sekelip mata

Oleh: Pena Mutiara, Kuala Lumpur
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Thursday, January 1, 2009

Famous People: A. Samad Said

BIODATA

A. SAMAD SAID was born on 9 April 1935 at Kampung Belimbing Dalam, Durian Tunggal, Melaka. He received education at Sekolah Melayu Kota Raja, Singapura (1940 - 1946), Victoria Institution until he received Senior Cambridge Certificate (1956). A Samad Said achievement and contribution in enriching and improving the value of Malay Literiture had been appreciated by the ruler when on 29 May 1976 together with other authors, he had received a recognition as "Pejuang Sastera".

>>Read More

Famous People: Albert Einstein

Albert Einstein was born at Ulm, in W├╝rttemberg, Germany, on March 14, 1879. Six weeks later the family moved to Munich, where he later on began his schooling at the Luitpold Gymnasium. Later, they moved to Italy and Albert continued his education at Aarau, Switzerland and in 1896 he entered the Swiss Federal Polytechnic School in Zurich to be trained as a teacher in physics and mathematics.

>>Read More

Hakmilik

Salam buat semua. Memandangkan isu hak milik menjadi sangat penting terutama dalam penyebaran cetusan idea dan pendapat, jadi kat sini sy cuma ingin memberitahu beberapa polisi yang terfikir dek minda ni mengenai kandungan yang diletakkan dalam blog ini:

1. Sesungguhnya semua kandungan dalam blog ini adalah hasil karya yang saya minati dan saya rasa ingin berkongsi dengan rakan-rakan blog lain. Jika terdapat mana-mana artikel atau entry yang mengundang rasa tak puas hati atau mengandungi unsur2 yang tak sepatutnya, harap dapat beritahu, sebab kadang2 mungkin saya tak perasan.


2. Kebanyakan kandungan blog ini diambil dari majalah, suratkabar, artikel dari internet dan rakan-rakan saya sendiri. Saya akan cuba letakkan rujukan untuk setiap entry, tapi jika tiada rujukan itu mungkin dari inbox email saya yang tiada disebut empunya artikel. Jika anda rasa, ada antara mana-mana artikel yang kepunyaan anda dan mahu ia dikeluarkan dari blog ini, atau ingin nama anda diletakkan sebagai rujukan, sila hubungi saya untuk tindakan selanjutnya.


3. Sebarang idea baru atau pendapat yang ingin disumbangkan di dalam blog ini adalah amat dialu-alukan. Hasil karya dan idea anda akan disertakan. Anda boleh email kan pada saya : inspirasipuisi@gmail.com.


4. Kandungan blog ini adalah tidak lain hanyalah untuk koleksi saya dan rujukan masa depan juga berkongsi kepada kawan-kawan semua. Tiada sebarang penipuan atau spam.


Jadi, sampai-sampaikan pada kawan-kawan lain supaya saya dapat menambahkan koleksi inspirasi puisi saya ini. (^_^)


Sekian, terima kasih semua~~

Links