Click here if you like the post! ^^

Friday, August 13, 2010

If

If you can keep your head when all about you
      Are losing theirs and blaming it on you
If you can trust yourself when all men doubt you
      But make allowance for their doubting too
If you can wait and not be tired by waiting
     Or being lied about don't deal in lies
Or being hated don't give way to hating
     And yet don't look too good, nor talk too wise

If you can dream and not make dream your master
     If you can think and not make thoughts your aim
If you can meet with Triumph and Disaster
     And treat those two impostors just the same
If you can bear to hear the truth you've spoken
    Twisted by knaves to make trap for fools
Or watch the things you gave your life to, broken
    And stoop and build them up with worn-out tools

If you can make one heap of all your winnings
     And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings
     And never breath a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
     To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
     Except the Will which says to them: "Hold on";

If you can talk with crowds and keep your virtue,
     Or walk with kings - nor lose the common touch;
If neither foes nor loving friends can hurt you;
     If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
     With sixty seconds' worth of distance run
Yours is the Earth and everything that's in it,
     And - which is more - you'll be a Man my son!

~ Rudyard Kipling ~

Friday, July 30, 2010

Nature

..powerful grace that lies
in herbs, plants, stones, and their qualities
for naught so vile that on the earth doth live
but to earth some special food doth give

~ willian shakespeare~

Saturday, May 22, 2010

Pantun Pulau Pandan

Pulau Pandan jauh ke tengah
di balik pulau Angsa Dua;
Hampa badan hati pun gundah
karena engkau tidak teraba

Pulau Pandan kian merapat
gunung Kerinci menjulang tinggi;
Tiada teraba tiada terlihat
engkau di mana sukar dicari

Pulau Pandan jauh ke kanan
pulau Bintan di sebelah kiri;
Harus bagaimana aku gerangan
hendak berjumpa susah sekali

By: Ajip Rosidi

Thursday, May 20, 2010

Pantun Pisang Emas

Pisang emas dibawa berlayar
pisang batu di atas peti;
Hati cemas engkau kian samar
kian menjauh dari hati

Pisang batu di atas peti
dimakan beruk pemetik kelapa;
Engkau menjauh dari hati
hidup terasa menjadi hampa

Pisang raja hanya setandan
dihaturkan pada tuan haji;
Siang malam tersedan-sedan
karena aku kautinggal pergi

Pisang raja dalam perahu
jadi simpanan jurumudi;
Aku sengsara hilang tuju
mohon ampun tak kauberi

Pisang makanan jurumudi
tidak keluar dari lemari;
Mohon ampun tak kauberi
aku tersiksa sampai mati

By: Ajip Rosidi

Wednesday, May 19, 2010

Pantun Hari Lebaran

Pada hari Lebaran ramai takbiran
sepanjang malam tiada henti;
Hidup fana berakhir di kuburan
merindukan engkau sebelum mati

Hari Lebaran bermaaf-maafan
menghapus dosa lahir dan batin
Kalau dengan engkau berhadapan
tidak kuharap lagi yang lain

Hari Lebaran hari yang suci
saat manusia menjadi fitri;
Harap engkau menerimaku kembali
setelah sesat lepas kendali

Saat manusia menjadi fitri
segala dosanya Kauampuni
Setelah sesat di bumi keji
mencari ridhoMu di langit hati.

By: Ajip Rosidi

Monday, May 17, 2010

Pantun Agama

Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan rebahnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Ke akhirat juga akan sudahnya

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka?

Dua tiga empat lima
Enam tujuh lapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah

Letak bunga di atas dulang
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia

Encik Borhan seorang kerani
Terkemut-kemut bila meniti
Tinggalkan sembahyang terlalu berani
Sepertii tubuhnya takkan mati

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga

Nyiur mudah luruh setandan
Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan
Kita di bawah kehendak Allah

Kemuning di dalam semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya?

Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan
Barulah sempurna segala fardu

Kera di hutan terlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta doa kepada Tuhan

Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Duduk berdoa kepada Tuhan
Minta Allah jalan ketetapan

Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan
Supaya terang jalan bersuluh

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan makrifat

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat

Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tengah lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung

Bulu merak cantik berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi

Inderagiri pasirnya lumat
Kepah bercampur dengan lokan
Sedangkan nabi kasihkan umat
Inikan pula seorang insan

Anna Abadi pergi berenang
Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

By: Ajip Rosidi

Pantun Pengantin

Suka pantun ni..mungkin saya boleh beri pada mak nanti ^^

Buah pauh si bunga rampai,
Kilauan bintang sungguh mengasyikkan;
Orang jauh sudahlah sampai,
Selamat datang kami ucapkan.

Tiup serunai di atas kota,
Uda memupuk bunga Melati;
Mula kenal kemudian bercinta,
Cinta tersemai dalam hati.

Amat garang datuk bentara,
Musuh melanggar habis dibenam;
Dulu seorang kini berdua,
Hidup bersama susah senang.

Ayam dara di buat gulai,
Bungkus bekalan letak di bucu;
Riang gembira kedua mempelai,
Semoga berkekalan keanak cucu.

Bauhulu kuih traditional,
Mangkuk timah penuh sarat;
Kalau dahulu tidak kenal,
Sekarang beramah semakin erat.

Ikan di laut asam di darat,
Dalam kuali bertemu jua;
Hati terpaut janji diikat,
Atas pelamin bertemu jua.

Tunduk segala rakyat jelata,
Memberi takzim raja gahari;
Raja rupawan di atas takta,
Duduk memerintah barang sehari.

Sianak dara memakai lokek,
Lokek tersangkut dihujung julai;
Untuk majlis membelah kek,
Jemput bangun kedua mempelai.

Masak mi wap berkepul,
Guna penyejat si kayu jati;
Hari ini kita berkumpul,
Menyampaikan hajat di dalam hati.

Ke Seberang Takir membeli cermin,
Beli ikan dimasak gulai;
Cinta berakhir di jinjing pelamin,
Sama segak kedua mempelai.

Panas kering siapakan tahu,
Hujan rintik di daun pandan;
Berjalan seiring bersentuh bahu,
Sama cantik sama padan.

Feringgi melanggar Inderagiri,
Lalu dibedil oleh laksamana;
Suami ibarat kepala negeri,
Hendaklah adil lagi saksama.

Sumber: SeriBahasa

Friday, May 14, 2010

Dream

There's no telling how many miles you will have to run while chasing a dream
~ Author Unknown ~

Thursday, May 13, 2010

New Life

Though no one can go back and make a brand new start, anyone can start from now and make a brand new ending
~ Author Unknown ~

Wednesday, May 12, 2010

Forgiveness

To forgive is to set a prisoner free and discover that prisoner was you
~ Lewis B Smedes ~

Tuesday, May 11, 2010

Friends

One doesn't know till one is a bit at odds with the world, how much one's friends who believe in one rather generously mean to one
~ D.H. Lawrence ~

Monday, May 10, 2010

Faith

Once you choose hope, anything possible
~ Christopher Rave ~

Success

Success seemes to be largely a matter of hanging on after others let go.
~ William Feather ~

Saturday, May 8, 2010

Pantun Budi II (Adat)

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pesaka

Gadis Acheh berhati gundah
Menanti teruna menghulur tepak
Gula manis sirih menyembah
Adat dijunjung dipinggir tidak

Manis sungguh gula Melaka
Jangan dibancuh dibuat serbat
Sungguh teguh adat pusaka
Biar mati anak jangan mati adat

Anak teruna tiba di darat
Dari Makasar langsung ke Deli
Hidup di dunia biar beradat
Bahasa tidak dijual beli

Menanam kelapa di Pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitab Allah

Buah berangan di rumpun pinang
Limau kasturi berdaun muda
Kalau berkenan masuklah meminang
Tanda diri beradat budaya

Laksamana berbaju besi
Masuk ke hutan melanda-landa
Hidup berdiri dengan saksi
Adat berdiri dengan tanda

Berbuah lebat pohon mempelam
Rasanya manis dimakan sedap
Bersebarlah adat seluruh alam
Adat pusaka berpedoman kitab

Ikan berenang di dalam lubuk
Ikan belida dadanya panjang
Adat pinang pulang ke tampuk
Adat sirih pulang ke gagang

Pokok pinang ditanam rapat
Puyuh kini berlari-lari
Samalah kita menjunjung adat
Tunggak budaya semai dihati

Bukan kacang sebarang kacang
Kacang melilit si kayu jati
Bukan datang sebarang hajat
Datang membawa hajat di hati

Budak-budak berlari ke padang
Luka kaki terpijak duri
Berapa tinggi Gunung Ledang
Tinggi lagi harapan kami

Helang berbega Si Rajawali
Turun menyambar anak merbah
Dari jauh menjunjung duli
Sudah dekat lalu menyembah

Angin kencang turunlah badai
Seumur hidup cuma sekali
Tunduk kepala jatuh ke lantai
Jari sepuluh menjunjung duli

Gobek cantik gobek cik puan
Sirih dikunyah menjadi sepah
Tabik encik tabiklah tuan
Kami datang membawa sembah

Doa mustajab selalu terkabul
Kepada Allah kita panjatkan
Sebelum berlangsung ijab dan kabul
Majlis berinai kita dulukan

Desire and Action

The inner thought coming from the heart represents the real motives and desires. These are the cause of action. 
~ Raymond Holliwell ~

Friday, May 7, 2010

Pantun Budi

Tenang-tenang air laut
Sampan kolek mudik ke tanjung
Hati terkenang mulut menyebut
Budi baik rasa nak junjung

Tanam lenggun tumbuh kelapa
Terbit bunga pucuk mati
Budi tuan saya tak lupa
Sudah terpaku di dalam hati

Dari Daik pulang ke Daik
Sehari-hari berkebun pisang
Budi baik dibalas baik
Dalam hati dikenang orang

Kapal belayar dari Arakan
Ambil gaji jadi jemudi
Mati ikan kerana umpan
Mati saya kerana budi

Banyak ubi perkara ubi
Ubi keledek ditanam prang
Banyak budi perkara budi
Budi baik dikenang orang

Lipat kain lipat baju
Lipat kertas dalam puan
Dari air menjadi batu
Sedikit tak lupa budi tuan

Jentayu burung jentayu
Hinggap di balik pokok mayang
Bunga kembang akan layu
Budi baik bilakan hilang

Jika belayar ke tanah Aceh
Singgah dulu di kota Deli
Jika hendak orang mengasih
Hendaklah baik bicara budi

Bunga melati bunga di darat
Bunga seroja di tepi kali
Hina besi kerana karat
Hina manusia tidak berbudi

Dewa sakti melayang ke Daik
Hendak mencari Dewa Jaruga
Kalau ada budi yang baik
Sampai ke mati orang tak lupa

Baik-baik bertanam padi
Jangan sampai dimakan rusa
Baik-baik termakan budi
Jangan sampai badan binasa

Tingkap papan kayu bersegi
Sampan sakat di Pulau Angsa
Indah tampan kerana budi
Tinggi darjat kerana bahasa

Pulau Pandan jauh ke tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik di kenang juga

Pergi ke sawah menanam padi
Singgah disungai menangkap ikan
Hidup hendaklah bersendikan budi
Sifat sombong jangan amalkan

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sucinya?
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya

Bunga melati bunga di darat
Bunga seroja di tepi kali
Hina besi kerana karat
Hina manusia tidak berbudi

Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibayar mati

Anak merak Kampung Cina
Singgah berhenti kepala titi
Emas perak kebesaran dunia
Budi bahasa tak dapat dicari

Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa kerana emas
Hilang budi kerana miskin

Yang kurik tu kundi
Yang merah saga
Yang baik itu budi
Yang indah itu bahasa

Limau manis dimakan manis
Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Manis sekali hati budinya

Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang

Anna Abadi membeli ginseng
Singgah di pasar mencari kari
Jangan ikut budaya samseng
Kelak menyesal di kemudian hari

Thursday, May 6, 2010

Miracle

A miracle is a work exceeding the power of any created agent, consequently being an effect of divine omnipolence.
~ Robert South ~

Wednesday, April 28, 2010

Di Sebalik Wajah Ceria Ayah

Ayah
Di sebalik wajah ceriamu
Begitu ketara dapat kufahami
Betapa penatnya lelahmu
Bangun seawal pagi
Mencari sesuap nasi


Ayah
Di sebalik wajah ceriamu
Kau cuba rahsiakan sengsaramu
Tatkala kau mengeluh sakit
Tampak jelas wajahmu dimamah usia
Tatkala kau berdengkur lena
Tulang dadamu nampak berceragah

Maaf Ayah
Aku tidak pernah menyedari
Dan kau juga tidak pernah peduli
Kau hanya tahu merasa bahagia
Melihat aku keriangan
Setiap hari aku menunggu sesuatu terhidang
Dan tiada apa yang lebih membahagiakan
Dari melihat anakmu kekenyangan

Ayah
Disebalik wajah ceriamu
Aku juga mengerti
Kau tidak pernah terlupa
Mengasuh aku dengan budi bahasa
Mesra didikan tidak pernah leka

Kasihan ayah
Daripada tadahan tangan yang terbuka
Setiap hari kau berteleku di atas sejadah
Ada lelehan air mata di pipimu
Dengan doa restu
Yang kau kirimkan untukku
Terima kasih ayah
Ku mohon seribu doa
Semoga kau diberkati Allah


Kiriman: Halimah binti Tajon, Mingguan Wanita 2010

Monday, April 5, 2010

New Year!

Hi everyone!

I am very sorry for not updating this blog for few months already..huhu.. Quite busy with a lot of assignments and extra job..

So, for this new year, I've planned to change my layout...and there it is! How is it? Hehehe...i LOOOOVEE this new layout so much! (^_^) And oh yes...I've add a shout box too at the right sidebar..feel free to drop your visit there. I'll return the favor for each visit ;)

May this layout can ring my spirit to write a lot more poems this year! hehehe...

Wish me luck! =P