Click here if you like the post! ^^

Showing posts with label Strive. Show all posts
Showing posts with label Strive. Show all posts

Friday, May 14, 2010

Dream

There's no telling how many miles you will have to run while chasing a dream
~ Author Unknown ~

Friday, February 6, 2009

Anggun 50

Aku bernyanyi dari kalbu
Senandung bangsa yang syahdu
Nafas harum tanah airku
Aku hayati bisik sungai
Sayup lembah dan gunung damai
Lara-ria rakyat merdeka
Denyut sayang tanah bertuah

Kibar gemilang jalur ayu
Mengiringi nyanyian merdu
Peluh permata pemimpinku
Anugerah suci yang santun
Merdeka lima puluh tahun
Aku nyanyi lagu itu
Demi kebanggaan bangsaku

Deru angin dalam mencabar
Sergah taufan luar meliar
Dijinaki bangsa yang sabar
Itulah sejarah yang anggun
Merdeka lima puluh tahun
Digarapi seranum pantun
Pencapaian santun serumpun

Azam dari akar ke umbi
Tekad kudus rakyat berbudi
Dijajah, ya; kini merdeka!
Tulus dikhusyuk doa redha
Mewangi halaman sejarah
Dan dengan bahasa berhemah
Diperluhur maruah bangsa

Aku syahdukan lagu ini
Aku syahdukan lagu ini.

By: A. Samad Said (9-12, disember 2006)
Source: Majalah Dewan Siswa, April 2007

Thursday, February 5, 2009

Ufuk Melukis Umbra

Arena pertempuran memercik
lava darah yang membuak
derita perlindungan diabai insan
hanya denyutan nadi dikawal rapi
agar tidak terhenti hina

Si kecil merangkak
lemah longlai persis tenaga diserap raksasa durjana
huluran simpati didamba
meniti kekerasan kerikil kemelut medan perang
nyawa dan darah diburu infantri
keruntuhan iktisad misi penjarah tak bermata
walau ufuk merah melukis umbra
walau jutaan air mata mengalir lesu
dengkimu tetap tak berakhir di situ

Berdas peluru terlontar
menjamah setiap inci lapisan daging tak berdosa
jeritan demi jeritan
tangisan demi tangisan
kemanusian mati di hujung tembakan akhirnya
terperosok diri dicelahan lubang dunia

Teduh awan menyejuk dunia
teduh hati merenyuk nurani
menghadirkan gerimis duka
yang terbit di celahan langit nirmala
bisakah manisan merdeka dihidu
sebelum kelopak mata tertutup
disamping hentian denyutan nadi?

Merdeka dan kebebasan diperjuang
biar terkoyak kulit di tubuh ini
asal maruah tak tercalar hina
biar bara merdeka kunyalakan
biar penindas kupenggalkan
agar merdeka syumul di sini
kekal segala sacral kebahagiaan
dan ketenangan

Merdeka!

Definition:
umbra – bahagian baying yang sangat gelap
iktisad – ekonomi
infrantri – pasukan tentera berjalan kaki

By: Siti Fatimah Mohd. Said
Source: Majalah Dewan Siswa, September 2008

Wednesday, February 4, 2009

Syair nya Orang-Orang Kuat

Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Allah kita telah berjalan dan mengumandangkan jihad …

Kelompok orang mukmin telah bangkit …
Dengan para pemuda yang jujur …
Dalam malam-malam nestapa mereka berjalan …
Di belakang Al Qur’an yang nyata …

Mereka tidak peduli dengan berbagai kesusahan
di antara taring-taring zaman …
Bangun dan tinggalkanlah tidur panjang …
Sungguh Islam telah kembali …
Di jalan Allah kita telah berjalan dan mengumumkan jihad …

Sampaikanlah kabar gembira kepada manusia …
Dengan subuh yang terbit dengan terang …
Wahai malam-malam para pendholim …
Wahai kehinaan orang-orang yang bermain …
Wahai kesia-siaan selama bertahun-tahun …
Telah datang janji yang nyata …
Kami telah datang kepada kalian dengan membawa senapan dan qur’an yang nyata

Source: ansharulhaq

Prince of Jihad

Aku
Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku
Aku, sungguh surgaku ada di hatiku
Dan taman-taman yang indah ada di dadaku

Ia selalu terus ada tetap bersamaku
Dan selalu ikut kemana saja kepergianku
Tak seorangpun bisa merampasnya dariku

Aku, andai mereka sampai membunuhku
Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku
Dan jika mereka berani membunuhku

Sungguh, itulah bentuk kesyahidan bagiku
Dan merekapun akan segera menyusul kepergianku
Dan jikalau mereka dari negeri ini mengugusurku
Maka ku anggap itulah bentuk wisataku

Aku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupku
Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku
Selagi Allah tetap ridha dan mencintaiku

Aku tahu bahwa thaghut tidak menyukaiku
Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhanku
Dan mana mungkin syaitan menyukai ajaran Nabiku

Tauhid akan kujunjung di atas kepalaku
Dan Pancasila syirik kan ku injak dengan kakiku
Hukum ilahiy ku angkat tinggi dengan tanganku

Dan undang-undang kafir kan ku tebas dengan pedangku
Enyahlah hai hamba thaghut, kalian adalah musuh abadiku
Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidupku

Bila kalian ragu dengan ajaran tauhidku
Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhanku
Mari kita mati bersama ! kamu dan aku..

Source: Prince of Jihad

Thursday, January 22, 2009

Mujahidah dari Bumi Jihad

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya..asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…

Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…

Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…

Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…

Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…

Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…

Oleh: marwan hadid http://www.arrahmah.com/forum/viewthread/7/

Hantarkan Aku Kesana

Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…

Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…

Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM

Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN

Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…

Oleh:Marwan Hadid http://www.arrahmah.com/forum/viewthread/5/

Dalam Kembara Sekebun Bunga

Dalam resah rawan dan rusuh
Sering kali terbelenggu jenuh
Rungkaila nurani ke dalam kebun bunga ini
Bagaikan sudah terlalu lama dilupa
Wajah-wajah di sini masih segar menggugah jiwa

Wahai Tuhan Yang Maha Kaya
Dalam limpah Rahim-Mu
Yang tak pernah jemu
Ampunkan kealpaanku
Kerana hamper larut dalam kalut
Sehingga seakan terlupa
Bahawa Engkaulah Yang Maha Kaya
Mengurniakan warna seindah mutiara di perkebunan ini

Di sini bunga-bunga tetap merakam semarak warna
Tanpa jemu berhenti melorek seri
Seperti alpanya aku kepada-Mu
Akulah kerdil itu
Sering lalai dibuai nikmat
Ingat dan takutkan-Mu berpasang surut
Tidak mengambil iktibar di sudut diri

Betapa rona bunga ini tidak pudar
Biarpun berkali-kali musim berganti
Kau tukarkan peralihan musim semi ini
Dalam kudrat dan iradat hanya Engkau Yang Maha Tahu!
Rona-rona bunga tetap memancar semarak
Beradu dalam merah, jingga, putih, kuning, dan hijau
Inilah warna kehidupan perkebunan bungaku

Semoga aku juga terus merenungnya
Tatkala jiwa dihimpit pilu
Inilah nikmat warna pencetus ilham
Tetap teguh dalam lindungan-Mu
Meskipun gejolak iman yang turun dan naik
Kerana akulah makhluk kepunyaan-Mu!

Oleh: Aliyah Sijari
Sumber: Majalah Anis, April 2008

Sunday, January 18, 2009

Mengertilah Teman

Teman,
Tidakkah kau mendengar
Keruh hati seorang insane
Yang hidup serba kekurangan

Teman
Tidakkah kau melihat
Keadaan ku yang berbeza
Tidak mengenal apa itu rupa dan warna
Tetapi aku mampu merasai kecantikan
yang wujud dalam diri
hadir dalam rasa pengertian
Wujud dalam rupa kasih sayang

Seharusnya engkau sedar teman
Bukan kupinta jadi begini
Tapi takdir Tuhan yang mengatasi
Hanya kupohon pengertianmu
Fahamilah keadaanku

Bukan belas simpati kuharapkan
Tetapi kejujuran dan keikhlasan
Agar aku mampu berdikari
Akan aku buktikan pada semua
Aku juga mampu berjaya
Apabila saat itu tiba
Kau pastinya berbangga
Punyai teman sepertiku

Oleh: Mohd Firdaus Zabir (Kanak-kanak istimewa)
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Teman Seperjuangan

Wahai teman
kita bersama dalam suatu perjuangan
perjuangan kita belum selesai
dalam mencari kejayaan
demi kejayaan masa hadapan

Wahai teman
perjuangan kita kerana Tuhan
bukan untuk dipertonton
tetapi untuk kejayaan dunia dan akhirat
demi mencari keredhaan Tuhan pemberi rahmat

Wahai teman
apabila kita tiba di garisan penamat
tidak bermakna perjuangan telah tamat
teruskan hingga ke akhir hayat
insyallah diberkati dunia akhirat

Oleh: Eltiqaz

Kisah Kejayaan

Kejayaan sebenarnya bermula dari doa
Ia terbetik di jiwa yang mekar
Kemudian ranum dalam pautan ingin yang kental

Kejayaan ini bertitik dari puput angina harap
Ia menggaris di peta indah bernama hasrat
Lalu terukirlah gerak dan alun berwarna keyakinan
Memacu di terowong harap bernama pendakian

Pendakian ini meminta tumpu yang penuh
Kita kumpulkan setiap kekuatan
kita wajakan seluruh tenaga terdaya
Kita lontar jauh layu dan longlai semangat

Pendakian ini menuntut perancangan yang lengkap
Tidak mungkin dengan hanya mimpi dan kata
Jauh lagi kalau sekadar mengumpul jalur warna
Benar, berseri pelangi, tetapi dijangkau tak tercapai

Jika begitu, merangka laluan lebih bijaksana
Kita tahu manakah jalan bertaburan duri
Kita tahu manakah lorong kerikilnya menikam kaki
Kita pun tahu manakah taman bertebaran wangi

Bayangkan wangi dari sebuah taman yang permai
Taman itulah yang dinamakan kejayaan
Tetapi kejayaan semata belum tentu cukup bermakna
Bukankah perjuangan kita adalah untuk sebuah kecemerlangan

Aku ingin berdiri di tebing tinggi itu bernama kecemerlangan
Di mana aku dapat melihat keringat dan peluhku memberi erti
Di mana aku dapat merasakan jejak dan tumitku memancar seri
Di mana aku dapat menggenggam siang dan malam cekal meniti

Kecemerlangan semata namun belum cukup memahatkan bangga
Masih perlu kita menggandakan usaha memecah punca yang ada
Kita ungkai rahsia kecemerlangan di puncak tertinggi perjuangan
Sehingga tercecah setiap sentuhan dalam cengkam dan gapaian

Inilah erti sebenar dalam susun dan atur derap seorang remaja
Yang telah memancangkan janji dan ikrarnya di garis mula
Kesedaranlah yang membawa kita setapak ke setapak di ujana hidup ini
Dan, di hari ini segala yang terpateri di hati kami realisasikan di menara bukti

Oleh: Lim Swee Tin, Universiti Putra Malaysia.
Sumber: Majalah Dewan Siswa

Tuesday, January 13, 2009

Teman

Kasih sayang mu kubayangkan
dalam cermin hatiku
Rupa dan warna tidak kukenali
Keindahan alam tidak kuketahui
Mampu kukecapi
atas rasa pengertian diri

Oleh: Malar Vili
Sumber: Majalah Dewan Siswa
Multi-styled Text Generator at TextSpace.net